| Su | Mo | Tu | We | Th | Fr | Sa |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 |
Baru-baru ini, iseng ngegunain kecatamata spare. Berhubung kacamata ijo nga cukup kondusif dengan appearance gw yang cukup gondrong sekarang ini. Yang, sptnya udah mulai di suspect suspicious bagi bbrp supermarket. Nah kacamata spare nya ini adalah kacamata bening. Jadilah sempet nga nyaman aja pas make di hari pertama. Yang biasa warnanya hijau2x menjadi lebih jelas warnanya. Seperti nonton HD Flat TV deh... warna jadi lebih hidup, lebih beranekaragam, lebih jelas dan kontras.
Nah! ngomong2x tentang "kacamata" penilaian, hal ini juga berlaku. Suatu hal bisa dibilang bagus dan bisa dibilang jelek tergantung "kacamata" yang sedang kita pakai. Contohnya nih, ada satu orang yang gw hindari sebisa mungkin di kantor. Ini orang menyeramkan, Eit tunggu dulu, bukan menyeramkan karena dia spt gangster ato apa. Beliau seumuran bokap gw koq. Tapi sayang orangnya suka nusuk orang lain. Well, gw pernah kena sih. Singkat cerita ni orang parah dah pokoknya, satu ruangan juga udah pada tau, jadi aga males juga klo dia tanya-tanya. Tapi suatu ketika, pas ngobrol-ngobrol di tea room ma orang-orang yang lain (FYI, semua teman-teman gw, walaupun kadang masih terlihat muda, hampir semua kepala 3 ato 4, yang kepala dua dikit banget.. dan gw paling muda T_T), gw baru tau kalau beliau itu struggling di PhD ini. Beliau punya 2 anak dan 1 istri yang harus dihidupin. Istrinya hanya di rumah saja, nga kerja. Maka itulah dia cari kerja dan changed enrollment dia menjadi Part-time student. Yupe, unfortunately, dia nga ada scholarship. Mungkin karena faktor umur juga sih... ngapain kasi beasiswa ke orang-orang yang udah berkepala 4. Lebih baik mereka-mereka itu menjadi manager toh? Atau kalau nga, pasti uangnya banyak. Setelah itu, gw sadar bahwa yang beliau lakukan hanyalah how to survive from this hell. Sejahat apapun orangnya, pasti orang tersebut punya cerita di mana orang tersebut menjadi peran pertama. Orang tersebut punya orang-orang yang mencintai dan dicintainya. Dan orang tersebut sedikit banyak berbuat baik untuk orang-orang yg dicintainya.
Seperti di kantor, di kelas.. kadang kita mempunyai teman-teman atau kolega-kolega yang hanya menjadi peran figuran dalam hidup kita. Tapi tapi, harus diketahui, kalau peran figuran itu ternyata punya hal-hal yang mirip dengan apa yang kita lakonin selama ini. Ambilah satu manusia dari penjara. Maka engkau akan mendapatkan sebuah cerita yang eksotik tentang kehidupan seorang insan manusia.
Pernah sekali waktu di indo lagi nebeng mobil seseorang. Kita ngobrol-ngobrol. Tentang pekerjaan dan masa depan. Lalu sekali waktu topik pun berubah ke orang lain. Katakanlah Mr X. Gw tau si Mr X ini sedang mengejar seseorang. Tapi apa daya langit tak dapat di raih gunung pun tak dapat dipeluk. Intinya cinta si Mr X ini bertepuk sebelah tangan deh. Well, sebagai penonton kompetisi, yah gw berpendapat caranya aja yang "kurang" greget, sehingga si target pada akhirnya lebih memilih cecowo yang lain. "Kurang" greget karena caranya dia mengejar itu lebih sesuai kalau dilakukan pada saat kita ngejer ayam yang lepas. Hush, hush, waktu di mobil kita nga ngegosip koq.. tapi membicarakan kehidupan si Mr X itu. Ternyata si Mr X ini mempunyai pekerjaan yang bisa dibilang mirip-mirip dengan perusahaan IT lokal indo yang suka mecut karyawannya. Tapi mungkin lebih parah yah... istilah temen bule gw "sausage-factory-like company". Huehueue... jadi setiap karyawannya dipecutin gitu deh... Ok ok balik ke leptop. Si Mr X kerja lebih dari 8 jem sehari. Jadi, bisa dikatakan waktu pulang itu yang kondisinya udah lemes-lemes gitu deh. Mungkin yang pernah kerja di perusahaan IT lokal yang tukang pecut itu tau kali yah gimana rasanya. huehue. Yupe, waktu ngobrol-ngobrol sambil ngeliat lampu-lampu rumah dari kejauhan, tiba-tiba gw sadar dan terharu. Well, orang yang gw pikir "kecil", ternyata dia punya "kebesaran"nya sendiri. Seperti lampu-lampu itu.. pasti lampu-lampu yang temaram itu mempunyai cerita. Cerita yang nga kalah menarik dengan cerita-cerita kita.
Gw jadi sadar, klo dalam melihat, kita harus sering gonta-ganti "kacamata" penilaian. Kalau tidak, kita akan terjebak kedalam pemikiran-pemikiran yang sempit.
huehe.. not anymore ham.. barusan potong rambut 
yahhhh... mau liat rambut gondrong nya dunkssssssss....
>_<
yah udah dipotong dikey huheuehue... kapan2x dhe yah..
gimana hasil rongtennya?
"Berhubung kacamata ijo nga
"Berhubung kacamata ijo nga cukup kondusif dengan appearance gw yang cukup gondrong sekarang ini."
hmmm... garuk2 dagu